Contoh jurnal program penerimaan barang impor pdf

Benarkah pembangunan yang dilaksanakan selama ini mengalami kegagalan? Bukankah pemerintah pernah menyatakan pembangunan berhasil membawa Indonesia pada posisi sejajar dengan negara-negara maju dengan menjadi anggota G20? Keberhasilan tersebut ditopang oleh keberhasilan Indonesia menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi sehingga melesatkan contoh jurnal program penerimaan barang impor pdf produk domestik bruto dan tingkat pendapatan perkapita.

Negara kita sudah dekat menjadi negara gagal dan kalau tidak diperbaiki pemerintah, pada tahun akan datang menjadi negara gagal. Setelah enam tahun di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang ada sejumlah prestasi. Tapi, di bidang yang teramat penting, menyangkut kesejahteraan rakyat. Untuk menutupi kegagalan ini maka banyak terjadi kebohongan-kebohongan. Mereka bilang  Indonesia bakal menjadi negara gagal.

Banyak cara untuk melihat apakah pembangunan di Indonesia gagal atau tidak. Salah satunya adalah masalah kesejahteraan. Jika pemerintah menyatakan berhasil meningkatkan kesejahteraan umat dengan naiknya pendapatan perkapita, maka dari sisi realitas justru umat ditimpa berbagai kesulitan hidup dan kemiskinan tidak dapat dientaskan. Jika pemerintah menyatakan berhasil menurunkan rasio hutang terhadap PDB, maka dari sisi realitas justru beban cicilan hutang semakin bertambah sedangkan jumlah hutang tidak pernah berkurang. Dengan demikian tidak sulit untuk melihat dan menemukan kegagalan pembangunan. Hal yang penting untuk didiskusikan adalah apa yang sesungguhnya menjadi penyebab kegagalan pembangunan? Apa yang membuat negeri kita yang telah memiliki kesempatan sejak diraihnya kemerdekaan tidak mampu menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki untuk menyejahterakan umat?

Kegagalan pembangunan Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan yang adil bagi umat tentu tidak lepas dari kesalahan model pembangunan yang diadopsi. Kami mencatat tiga masalah utama model pembangunan yang menjadi faktor kunci kegagalan. Ketergantungan pembangunan pada faktor luar negeri menyebabkan definisi, tujuan, undang-undang, dan pilihan kebijakan dalam pembangunan tidak ditentukan secara mandiri. Padahal kemandirian saja tidak cukup dalam pembangunan tetapi harus disertai dengan konsep dan sistem yang benar, apalagi bila kemandirian tidak dimiliki.

Ketergantungan berarti menempatkan faktor luar negeri yang menjadi perancang sebenarnya pembangunan. Menurut Dulles, Barat harus memberikan kemerdekaan pada 700 juta penduduk yang hidup dalam kolonialismenya jika ingin mempertahankan dominasinya. Tentu saja kemerdekaan tidak diberikan secara cuma-cuma melainkan disertai dengan syarat yang tetap mendudukkan wilayah tersebut dalam cengkramannya. Menurut an-Nabhani, penjajahan merupakan pemaksaan dominasi politik, militer, budaya dan ekonomi atas bangsa-bangsa yang dikuasai untuk dieksploitasi.

Terkait evolusi penjajahan Barat dengan taktik baru bernama pembangunan dan bantuan hutang, maka negeri kita tidak lepas dari perhatian negara penjajah khususnya Amerika Serikat. Ketergantungan pembangunan Indonesia  terhadap konsep, hutang, investasi, dan suvervisi asing merupakan sebuah rekayasa negara imperialis. Kelahiran rezim Orde Baru tidak lepas dari strategi AS untuk memblok pengaruh Uni Sovyet di Asia Tenggara dan menguras sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. AS khususnya untuk menolong pemerintahan Orde Baru membangun stabilitas. AS berkepentingan untuk perekonomian Indonesia ke arah ekonomi pasar. Menlu Adam Malik pada akhir September 1966 untuk meminta bantuan AS.

Tidak lama kemudian, Menko Perekonomian Sultan Hamengkubuwana IX menyusul untuk menghadiri pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia. Misi Adam Malik pada waktu itu adalah bertemu dengan petinggi CIA, Depertemen Pertahanan, DPR dan Senat AS, serta Presiden Lyndon Johnson. Menurut Simpson, pemerintah Johnson memandang Adam Malik sebagai petinggi Orde Baru yang harus dipertahankan tapi memiliki basis sosial-politik yang lemah di Indonesia. Untuk itu kepulangan Adam Malik harus disertai keberhasilannya membawa bantuan AS kepada Indonesia. Di samping memasukkan Indonesia ke dalam perangkap hutang AS, juga ditempuh jalan masuknya korporasi AS untuk mengeksploitasi sumber daya alam.